Sejarah

Sejarah

Sejarah Berdirinya Program Studi Pendidikan Dokter

Universitas Airlangga (UNAIR) yang berdiri pada tahun 1954, mempunyai perjalanan yang panjang sebelum akhirnya menjadi pendidikan tinggi di Indonesia. Dokter Djawa School atau Sekolah Dokter Jawa yang didirikan dii Batavia pada tahun 1851 merupakan akar berdirinya perguruan tinggi di Indonesia itu.

Lembaga tersebut kemudian direorganisasi menjadi School Tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) tahun 1902. Pada tanggal 8 Mei 1913, berdasarkan Keputusan Pemerintah “Besluit van de Gouverneur van Netherlandsch Indie” Nomor 4211 didirikanlah Sekolah Dokter di Surabaya bernama Netherlandsch Indische Artsen School (NIAS). Awal mulanya, NIAS berkedudukan di Jl. Kedungdoro 38 Surabaya dan diresmikan tanggal 1 Juli 1913, sedangkan Pendidikan Dokternya sendiri dimulai pada tanggal 15 Juli 1913.

Saat zaman kolonial Jepang, NIAS di Surabaya ditutup tahun 1942 untuk kemudian dilebur menjadi “Ika Dai Gaku”.Pemerintah RI mengambil alih dan mengganti namanya menjadi Perguruan Tinggi Kedokteran RI saat kekuasaan Jepang berakhir di tahun 1945. Sayangnya saat agresi Belanda, perguruan itu ditutup lalu diganti dengan Faculteit der Geneeskunde Cabang Surabaya sebagai cabang Fakultas Kedokteran Universitet Indonesia pada tahun 1948.

Pendirian Universitas Airlangga pada tahun 1 November 1954 sendiri didasarkan pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 57 Tahun 1954. Sedangkan Fakultas Kedokteran dan Lembaga Ilmu Kedokteran Gigi di Surabaya dipisahkan dari “induknya” yaitu Universitet Indonesia. Pada tanggal 10 November 1954 Presiden RI Dr. Ir. Soekarno meresmikan berdirinya Universitas Airlangga sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ketiga di Indonesia setelah Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada.